Anggap Sepele Untuk Tidak Menggunakan Kontrasepsi Picu Aborsi

Kehamilan adalah waktu yang sangat dinanti-nanti oleh pasangan yang sudah menikah, namun beberapa pasangan mendapatkan kehamilan yang tidak diinginkan. Akibat sudah terlanjur mereka malah mencari layanan menggugurkan kandungan yang tidak aman dan ilegal.

Maraknya praktik aborsi belakangan ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. WHO menyebut bahwa dunia mengalami peningkatan aborsi yang dulu berkisar 50 juta bertambah menjadi 56 juta. Pada rentang waktu 10 tahun. Kegagalan dalam merencanakan kehamilan ini banyak terjadi karena minimnya kepedulian pasangan dalam menggunakan alat kontrasepsi. Meningkatnya praktik aborsi seiring dengan meningkatnya kasus kehamilan yang tidak diinginkan.

Padahal jika dibandingkan dengan upaya untuk  selalu menggunakan kontrasepsi modern dengan aborsi justru lebih merugikan aborsi. Baik dari sisi biaya maupun resiko. Seperti kita tahu, praktik jasa aborsi ilegal sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan wanita. Jika aborsi di klinik aborsi atau rumah sakit dengan ditangani dokter spesialis membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Kebanyakan kasus seperti ini  terjadi pada negara berkembang yang takut akan efek samping alat kontrasepsi. “Rasa khawatir akan efek samping dan ketidaknyamanan menggunakan alat kontrasepsi memang terjadi di seluruh dunia. Hal ini pun membuktikan, dibutuhkan pengembangan metode baru dengan pendekatan yang lebih bersahabat, agar kesadaran wanita akan pentingnya penggunaan kontrasepsi meningkat,” jelas dr. Diana Greene Foster dari University of California. Aturan ketat disejumlah negarapun belum bisa menekan laju pertumbuhan aborsi. Bahkan aturan tersebut justru membuat mereka mencari layanan aborsi ilegal yang tidak aman.

Sangat sulit mencari tempat aborsi untuk menggugurkan kandungan dinegara yang melarang praktik aborsi. Ini sudah lama menjadi dilema disejumlah negara. Menekan laju pertumbuhan aborsi malah membuat kasus aborsi dengan jalan pintas yang membahayakan semakin bertambah.

layanan klinik aborsi

Berdasarkan pantauan pada artikel yang memuat berita aborsi disejumlah negara berkembang. Wanita yang sering mengambil jalan pintas aborsi tidak aman adalah mereka yang hamil diluar nikah. Mereka lebih cenderung membeli obat dan menggunakan cara-cara tradisional untuk aborsi. Inilah yang menjadi faktor utama banyaknya pembuangan bayi, pendarahan, hamil dalam kondisi kritis, dll.

Walaupun layanan aborsi yang melayani pengguguran kandungan secara aman di klinik aborsi masih ada, tapi tetap saja kejadian tersebut sulit ditekan. Dokter spesialis disejumlah negara membuka praktik aborsi dengan tarif yang dianggap mahal. Padahal jika dibandingkan dengan resiko anda menggugurkan kandungan ditempat yang ilegal justru lebih sangat merugikan.

Sadarlah akan hal tersebut dan pakailah alat kontrasepsi sebelum terjadinya penyesalan karena terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *