Resiko Kehamilan Pada Usia Remaja

Pada zaman ini banyak wanita yang menikah muda bahkan bercita-cita untuk itu. Tidak masalah sebenarnya, hanya saja sebaiknya jangan hamil di usia muda (dibawah 20 tahun). Karena Hamil diusia yang belum cukup memiliki sejumlah dampak atau resiko.

Semakin berkembangnya zaman, kejadian hamil diluar nikah nampaknya semakin bertambah. Dan kebanyakan terjadi diusia remaja. Ini juga menjadi salah satu penyebab banyaknya jumlah kehamilan di usia remaja.

kehamilan pada usia remaja

Berikut ini beberapa resiko kehamilan pada usia remaja :

1. Meningkatnya angka aborsi
Mereka yang hamil diluar nikah atau mendapat kehamilan yang tidak diinginkan pada usia dini akan memilih menggugurkan kandungannya. Mereka yang lebih memilih menutup nutupi tindakan aborsinya kebanyakan memilih jalan pintas aborsi yang berbahaya. Bukannya ke klinik aborsi mereka malah mengkonsumsi obat dan menggunakan cara-cara alternatif lain. Hal ini tidak saja melukai janin tetapi juga bisa resiko pada rasa sakit dan kondisi psikis sang ibu.

2. Kurangnya perawatan pada kehamilan
Usia mereka yang dini dan kurangnya “kedewasaan” dan informasi mengenai kehamilan membuat janin menjadi tidak terawat. Beberapa pantangan atau larangan-larangan saat hamil banyak yang dilanggar. Anjuran dokter dan kepedulian terhadap kesehatan janin cenderung masih kurang.

3. Resiko prematur
Bayi yang lahir sebelum waktunya disebut dengan kelahiran prematur. Kelahiran prematur dapat menimbulkan resiko gangguan pernafasan, penglihatan, infeksi, dll. Pada kehamilan usia yang terlalu muda, memperbesar kemungkinan bayi lahir prematur. Rongga tulang panggul yang belum sempurna bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Itulah garis besar mengenai resiko pada kehamilan diusia remaja. Oleh sebab itu, pahami dan pelajari lah tentang pernikahan dan kehamilan terlebih dahulu. Hamil lah pada usia kehamilan yang tepat.

Negara-negara di asia pasifik bisa dikatakan gagal dalam menangani masalah ini. Meski mengalami pertumbuhan ekonomi dan pelayanan kesehatan namun berbicara tentang kesehatan reproduksi dan hak seksual pada usia remaja masih belum atau kurang informasi.

Informasi seksual disertai edukasi sangat diperlukan generasi remaja. Agar mereka paham akan resiko hal tersebut. Agar mereka tidak tabu dan malah mencari-cari sendiri sehingga beresiko hubungan seksual diluar nikah.

Secara organ reproduksi dan kesiapan fisik mereka masih belum siap untuk hamil. Yah, meskipun sudah bisa hamil. Hamil diusia remaja bisa memicu tekanan darah tinggi. Tidak jarang menimbulkan efek kejang-kejang dan pendarahan bahkan kematian pada ibu atau sang bayi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *