Adakah Efek Samping yang Ditimbulkan dari USG?

Ultrasonografi atau USG adalah suatu tes pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui kondisi organ dalam tubuh. Identik dengan pemeriksaan janin dalam kandungan, alat ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi. Biasanya, pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter kandungan untuk memantau perkembangan janin dari bulan ke bulan.

Sudah tiga setengah dekade USG menjadi cara paling mumpuni untuk mengamati perkembangan janin. USG juga memungkinkan Anda melihat secara langsung bagaimana gerak-gerik janin dalam kandungan. Paling tidak, ibu hamil bisa menjumpai si calon bayi minimal satu kali selama masa kehamilan.

efek samping usg

Cara kerja USG pun terbilang sederhana. Mula-mula, perawat akan mengoleskan gel ke bagian tubuh yang hendak diperiksa. Kemudian, dokter mengambil transduser atau stik pengontrol. Stik ini diarahkan pada bagian tubuh tadi, lalu mengirimkan gelombang suara berfrekuensi tinggi ke organ dan cairan dalam tubuh. Gelombang suara ini memantul lagi dengan bentuk sinyal listrik ke mesin. Mesin mengubah sinyal tersebut menjadi gambar yang tampil pada layar monitor.

Efek samping yang ditimbulkan dari USG tidak membahayakan kondisi ibu dan janin. Aman dilakukan selama masa kehamilan.

USG umumnya menampilkan warna hitam dan putih. Kedua warna tersebut merepresentasikan apa yang direkamnya. Warna putih mewakili jaringan padat seperti tulang. Sedangkan warna hitam mewakili jaringan lunak, seperti organ-organ dalam tubuh. Itulah mengapa, ketika Anda melakukan USG kehamilan, gambar dan gerakan janin bisa terekam dengan cukup jelas.

Ekstra tips, sebelum melakukan USG pada trimester pertama, ibu hamil harus minum air dan tidak boleh buang air kecil. Hal ini akan membuat kandung kemih penuh, sehingga rahim terangkat naik. Hasilnya gambar pun dapat dilihat dengan jelas di layar USG. Namun, tips ini berlaku pada tiga bulan pertama kandungan saja, saat ukuran janin masih sangat kecil. Semakin besar janin seiring pertambahan usia kandungan, ibu hamil tidak perlu lagi melakukan cara ini.

Efek Samping yang Ditimbulkan USG

Lalu, apakah ada efek samping yang ditimbulkan dari USG? Dilansir dari laman DokterSehat.com, USG punya dua efek samping.

  1. Efek nontermal

Efek ini muncul akibat efek mekanis yang berasal dari tekanan gelombang ultrasonik saat melewati jaringan.

  1. Efek termal

Merupakan pantauan indeks termal pada gambar janin yang muncul di layar monitor USG.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan, kedua efek tersebut tidak berbahaya pada janin dan juga ibu. Ada beberapa alasan yang membuktikan USG aman dilakukan saat kehamilan.

  1. Alat USG memanfaatkan energi mekanik dari gelombang suara berukuran 20.000 Hertz yang tersebar. Namun, hanya sebesar 0-1% saja yang sampai ke tubuh Anda.
  2. Pemeriksaan dengan USG tidak menghantarkan panas dari alat ke tubuh. Selain itu, mesin USG juga tidak memancarkan sinar X. Hal sebaliknya terjadi jika ibu hamil diharuskan melakukan rontgen. Meskipun rontgen dianggap cukup aman untuk ibu hamil oleh beberapa ahli, tetapi tetap bergantung pada paparan radiasi dari rontgen tersebut. Jika rontgen dilakukan pada bagian tubuh yang jauh dari area perut, panggul, dan organ reproduksi, tentu lebih aman dilakukan.
  3. Janin bisa mendengar gelombang suara dari alat USG, tetapi suara tersebut masih aman untuk janin. Alih-alih berbahaya, gelombang suara tersebut justru menstimulasi indra janin. Inilah mengapa janin sering bergerak-gerak ketika diperiksa dengan USG. Seolah janin coba menyapa Anda yang tengah melihatnya.
  4. Janin mampu bergerak menghindari gelombang suara dari USG. Hal ini terjadi karena gelombang suara dari alat tersebut terlokalisasi. Ia bisa menghindari gelombang tersebut dengan memiringkan kepalanya.
  5. Jumlah pemeriksaan USG yang perlu dilakukan cukup 2 – 3 kali saja selama kehamilan. Masing-masing satu kali tiap trimester. Ini masih jumlah minimal. Frekuensi pemeriksaan ini masih terbilang aman bagi janin dan ibu. USG baru berbahaya jika dilakukan hingga 400 kali.

Itulah lima alasan yang membuktikan USG aman dilakukan pada ibu dan janin. Sepanjang prosedur pemeriksaan dilakukan secara tepat, maka efek samping yang ditimbulkan dari USG nyaris tidak ada. Namun, selalu konsultasikan lebih dulu kepada dokter tentang perlu tidaknya melakukan USG saat kehamilan, terkait berapa banyak USG yang dibutuhkan. Bagaimanapun, kehamilan dan kelahiran si kecil berjalan mulus adalah harapan semua ibu. USG adalah tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk memenuhi terwujudnya harapan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *